Rabu, 21 Desember 2011

hiiiii

hmmm...lama ga buka blog ini
well...bulan demi bulan berlalu
gak terasa tahun 2011 akan selesai

klo aku coba mendeskripsikan tahun 2011, buat aku tahun ini adalah tahun "pemurnian" cintaku pada Illahi
aku mendapatkan begitu banya pembelajaran hidup..
tahun ini aku kehilangan lelaki yang sangat aku kasihi,
lelaki yang dulu aku yakini adalah jawaban dari doaku selama 28 tahun
lelai yang dulu aku yakini adalah tubuhku dan aku tulang rusuknya
lelaki yang membuatku selalu bahagia saat bersamanya bahkan ketika kami bertengkar
lelaki yang membuatku tersenyum ditengah sakit tipes yg kurasakan karena perhatiannya yang begitu tulus mengingatkanku untuk tidak terlambat makan dan minum obat
lelaki yang mampu membuatku semangat bekerja bahkan sampai larut malam hanya karena sebuah sms "semangat ya bos"
lelaki yang mampu membuatku menyadari bahwa aku membutuhkannya
dan lelaki yang pada akhirnya juga mampu membuatku menanggis saat dia pergi meninggalkanku begitu saja...hehehehe

aku menyadari aku sangat mengasihi dia, sampai ketika dia pergi aku merasakan separuh tubuhku hilang..
aku kehilangan gairah dalam bekerja..
aku kehilangan gairah tersenyum..
aku kehilangan gairah melayani..
bahkan aku kehilangan keintimanku bersama Tuhan...

tapi aku tau Tuhan ku adalah Allah yang tidak pernah meninggalkan perbuatan tangannya
aku percaya ada tujuan mulai yang Dia rancangkan dari semua yang terjadi
aku belajar untuk bangkit
aku belajar untuk kembali berjalan meski tertatih dan sering kembali jatuh

dikala malam

Kamis, 25 Agustus 2011

it's hard to say good bye - celine dion

There's something in your eyes that's far too revealing
Why must it be like this a love without feelin'
Something wrong with you I know
I see it in your eyes
Believe me when I say
It's gonna be okay

I told you from the start I won't be demanding
I won't be demanding
If you have a change of heart I'll be understanding
I'll be understanding
When love becomes a broken heart and dreams begin to die
Believe me when I say
We'll work it out some way

I'll never try to hold you back
I wouldn't try controlling you
If it's what you want
It's what I want
I want what's best for you
And if there's something else that you're looking for
I'll be the first to help you try
Believe me when I say
It's hard to say goodbye

We've lost that loving touch we used to feel so much
I try to hide the truth that's in my eyes
The love without feeling
But when I feel we're not in love, I know I'm losing you
Believe me when I say
We'll work it out some way

I'll never try to hold you back
I wouldn't try controlling you
If it's what you want
It's what I want
I want what's best for you
And if there's something else that you're looking for
I'll be the first to help you try
Believe me when I say
It's hard to say goodbye

Don't say goodbye

If it's what you want
It's what I want
I want what's best for you

I'll never try to hold you back
I wouldn't try controlling you
If it's what you want
It's what I want
I want what's best for you
And if there's something else that you're looking for
I'll be the first to help you try
Believe me when I say
It's hard to say goodbye

I'll never try to hold you back
I wouldn't try controlling you
If it's what you want
It's what I want
I want what's best for you
And if there's something else that you're looking for
I'll be the first to help you try

Selasa, 26 Juli 2011

the only man i loved

"back when I was a child
before life removed all the innocence
my father would lift me high
and dance with my mother and me and then
spin me around till I fell asleep
then up the stairs he would carry me
and I knew for sure I was loved

if i could get another chance 
another walk, another dance with him,
i'd play a song that would never ever end
how I'd love love love, to dance with my father again"
hmmm...entah kenapa setiap kali denger lagu "dance with my father again" ini aku ga pernah bisa membendung air mataku...
entah aku cenggeng atau terlalu melankolis, tp tiap lirik lagu ini selalu membuat lamunanku melayang, menjelajah ruang-ruang masa laluku...

bapakku pria yg keras dan tegas,
jaman kecil aku paling benci dgn aturannya yg mengharuskan aku tidur siang
aku juga benci tiap natalan selalu dibeliin baju pelaut ala popeye, padahal namanya anak2 kan mau juga punya baju ala puteri yg warna2 cerah...hahaha...

aku inget saat duduk di kelas 1 SD, aku sering telat kesekolah
tiap pagi mamaku marah2 terus gara2 aku susah bangun..
berbeda dgn bapakku yg tanpa banyak komentar dia langsung mengangkat aku dari tempat tidur dan memandikanku dlm kondisi mataku msh terpejam..
saat aku sudah siap berangkat, bapakku selalu menyempatkan diri mengantarku ke sekolah sebelum dia berangkat ke kantor.
"pak aku naik pundak yaa.." itulah yg selalu kuucapkan sebelum berangkat sekolah sambil merayap ke punggungnya dan duduk diatas pundaknya,,,dgn memegang erat kepalanya, dia pun berjalan mengatarku sampai sekolah...hihiihiihi....

kadang2 bapakku suka usil, dia baru menurunkan aku dari pundaknya persis didepan kelas sampai guruku melihat dan berkata "ayoo..lista sudah besar masa masih digendong di pundak bapak, besok harus jalan sendiri ya"...
"iya nih bu, lista nya manja bgt ga mau jalan sendiri" ucap bapaku tertawa
grrrrhhhhhhhhh.....rasanya aku pengen cakar2 bapakku saat itu hahahaha....

saat duduk di kelas 4 SD, bapaku beliin aku sepeda karena aku rangking 1
percaya ga dulu aku sering banget dpt rangking 1...:p
dan aku tau sepeda yg dibeliin bapaku itu adlh sepeda termahal disekolahku dgn harga kisaran 500rb (lbh mahal dari sepeda federal yg harganya sekitar 400rban) pada jaman itu...wkwkwkwk...*hedon euy*
saat teman2 ga punya bola basket, aku satu2nya siswa disekolahku yg punya bola basket dgn merk NBA :p
begitulah cara bapakku menunjukkan sisi romantisnya, tidak dgn kata2 tp dgn perbuatan.

beranjak smu, saat menentukan penjurusan IPA/IPS, wali kelasku binggung karena nilaiku mencukupi utk masuk IPA (meskipun pas2an hahaha....) tapi aku memilih IPS. Akhirnya orang tua ku dipanggil kesekolah. bapakku begitu ingin aku masuk IPA karena dia ingin aku jadi dokter. Tapi akhirnya dia mengalah karena aku cukup tau diri dgn otakku yg pas2an itu hahahah...jadilah aku masuk jurusan IPS...HIDUP IPS!!! :p

beranjak kuliah ditahun pertama aku gagal umptn...dgn beruraian air mata aku mengurung diri dikamar dan gak mau keluar2 hahaha...*lebay*
sebenarnya bapakku punya prinsip "harus kuliah di univ negeri, klo ga dapet ya gak kuliah". itulah yang diterapkan pada 2 perempuanku.
tapi saat tau aku gagal umptn, bapakku mendaftarkan aku di universitas atmajaya jakarta jurusan ekonomi akuntansi..."daripada anak gw ga kuliah" mungkin itu yg ada dipikiran bapaku saat itu.
dengan setengah hati aku pun mengikuti seleksi di kampus "elite" itu....
aku pun diterima di atmajaya, dan disaat yg sama ternyata aku jg diterima di D3 ui depok.
aku pun mengurungkan niatku kuliah di atmajaya.

beranjak tahun kedua aku kembali ikut spmb, dan kali ini aku diterima di fakultas hukum undip
saat itu aku mulai ragu, mulai berpikir bagaimana hidup ngekos, bagaimana hidup sendiri, sampai gimana dgn pacarku yg saat itu kuliah di atmajaya jakarta hahahaha....*yang terakhir ga penting*

dengan sedikit keraguan itu aku pun nekat hijrah ke semarang...
selama di semarang cuma mama yg paling aktif sms or telp aku...
bapakku jarang sekali...
namun tetap saja perhatian yg dia berikan sangat unik..
pesan mamaku:
 "lista disana kamu jgn boros2 ya, klo makan jg yg sederhana aja jgn berlebihan, klo bisa ikan untuk makan siang dibagi 2 biar bisa makan untuk makan malem juga"
sedangkan bapakku:
 "lista kamu ga boleh irit2 soal makanan, harus makan banyak dan jgn pikirkan uang"
hmmm...2 pesan yg berbeda bukan?? wkwkwkwkwk

selesai kuliah aku kembali ke jakarta, merasa asing dikota kelahiranku sendiri itulah yg kurasakan..
mulai lamar2 kerjaan..10 bulan aku jd pengguran sampai akhirnya aku keterima bekerja di ODP bank victoria. Tapi sirkuit otakku yg sangat sempit ternyata membuatku gak betah mengikuti program ODP. bukannya sombong ya tapi dari kecil aku jrng bgt dpt nilai jelek, dan kali ini mendadak dpt nilai 15 (dari 100 poin) utk mata pelajaran treasury hadehhhhh.....benar2 pembunuhan karakter...-_-"

akhirnya aku pindah kerja dan bergabung di kantorku sekarang. bapaku begitu senang karena 1 lagi anaknya menjadi pns. sama seperti saat aku msh SD, tiap hari dia begitu bersemangat mengantarku ke kantor meskipun kali ini aku gak minta gendong lagi di pundaknya yaa hahaha...

saat ini hampir 80 persen waktu kuhabiskan diluar rumah, bekerja, bekerja dan bekerja..
sampai suatu hari tepatnya kemarin aku begitu ingin menangis melihat cara bapakku menunjukkan cintanya padaku..
saat itu aku baru saja pulang dari dinas (sekitar jam 6 sore), dengan basah kuyup aku masuk kerumah. tak ada seorangpun di rumah tapi pintu terbuka lebar.
aku naik menuju kamarku, sebelum masuk kamar aku dengar suara mesin cuci sedang digunakan. "siapa yg nyuci hujan2 begini" tanyaku dalam hati.

dengan rasa penasaran aku pun menuju balkon tempat pencucian pakaian, ya Tuhan disana aku melihat bapaku sedang mencuci pakaianku ditengah hujan...
tanpa kusadari airmataku kembali tak terbendung melihat apa yg bapakku lakukan.

dan pagi ini lagi2 bapakku membuatku menangis.
dia bangun pukul 4 subuh, menyalakan tv dengan volume yg cuku besar dan membuatku sedikit terganggu.
pukul 5 mamaku berteriak memanggilku "listaaaaa..bagunnn!!!kamu ga kerja!!"
mama pun mengomel karena aku telat bangun. dengan mata msh mengantuk aku mengambil haduk dan sesampainya di kamar mandi aku begitu terkejut melihat bapaku menyiapkan air panas untuk aku mandi...
taukah kamu betapa sedihnya aku melihat kejadian pagi ini??

dia tetap seperti yg dulu, saat mamaku begitu sibuk dgn omelannya dia asik menggendong dan memandikanku,,,
dan sekarang saat mama jg kembali sibuk marah2 karena aku telat bangun, dia asik menyiapkan air hangat utk aku mandi...:")


itulah bapaku, dia pria paling romantis dgn caranya yg unik...:)

Rabu, 20 Juli 2011

Part II - dalam semestaku - Coffee Latte Hazelnut

COFFEE LATTE HAZELNUT

Hari berganti hari, dan perkenalan Tita dan Raka pun berlanjut. Setiap hari intensitas Raka menghubungi Tita pun semakin meningkat. Hampir setiap jam Raka mengirimkan sms untuk Tita. Bahkan tak jarang Raka menelepon Tita subuh hanya untuk membangunkan Tita agar Tita tidak kesiangan sampai di kantor. Tita tidak bisa memungkiri kalau Raka cukup menyenangkan meskipun mereka belum pernah bertemu. Hingga pada suatu hari Tita dan Raka bersepakat untuk bertemu.
Tita sebenarnya tidak terlalu bersemangat bertemu dengan Raka. Tita takut pertemuan ini mengecewakan. Tetapi Tita berusaha mendoktrin pikirannya bahwa pertemuan ini untuk menjadi teman dan tidak lebih. Dengan mengenakan kaos biru dan jeans seadanya Tita mulai bersiap.
Dalam perjalanan menuju plaza semanggi Tita terus berusaha menenangkan hatinya. ”aduh gue gak boleh grogi, pokoknya ini hanya untuk teman!!” guman Tita dalam hati.
Sesampainya di plaza semanggi Tita mengirimkan sms kepada Raka ”kamu sudah dimana? Aku sudah di semanggi ya”.
Raka pun menjawab ”Aku masih dikos Sari, nunggu dia selesai mandi”.
”Hmmm...dikos Sari rupanya, baiklah aku cari tempat ngobrol yang enak dulu deh” guman Tita dalam hati.
Mata Tita tertuju pada dunkin donuts dan akhirnya Tita memutuskan untuk menuggu Raka dan Sari disana. Tita mulai melihat deretan kopi yang ada disana. ”hmm...pengen coba coffee latte hazelnut ahh, sepertinya enak”. Tita pun memesan coffee latte hazelnut dan sepotong donat.
”Hmmm...enaknya kopi ini”.
Setelah menuggu cukup lama Sari pun tiba. Bersama seorang pria bertubuh tinggi besar yang mengenakan jeans biru, kaos putih lengan panjang, sendal gunung eiger hitam dan tas ransel ala perwira.
”Hi..cewe...maaf ya eike lama..” sapa Sari dengan senyum mengembang tanpa merasa berdosa telah membiarkan Tita menunggu lama.
“Hmm...abis luluran bu? Lama amat mandinya”
“Biasa lah cuinn..klo wanita emang harus lama dikamar mandi..hahaha...oiya kenalin ini temanku Raka”
“Hi..Raka” sapa Raka sambil tersenyum mengulurkan tangannya
“Hi,,Tita” balas Tita sambil menyambut uluran tangan Raka.
Raka pun mengambil tempat duduk persis berhadapan dengan Tita.
“Aduhh...ini cowo kenapa duduk didepan gue sih, aduh bikin grogi aja” dumel Tita dalam hati.
Tak lama Raka dan Sari pun memesan minuman. Sari memilih hot cappucino dan Raka memesan hot chocolate. Obrolan pun mulai mengalir. Sari mulai melancarkan aksi makcombangnya. Tak henti-hentinya Sari menceritakan tentang sifat, karakter, hobi, bahkan seluruh kegiatan Tita selama di kampus. Raka terlihat begitu antusias mendengar semua cerita Sari tentang Tita.
”Jadi ka, si Tita ini hobinya dari kuliah belajarrrr mulu. Beda lah sama gue yang pemalas. Doi juga aktivis kampus mulai kegiatan rohani sampe sekuler diikutin semua. Pernah jadi bendahara umum PMKP, pernah jadi Wapres BEM, sering ikutan lomba-lomba sampe tingkat nasional, dan sekarang jadi guru sekolah minggu. Nah kurang apalagi coba??” ujar sari dengan gaya marketingnya.
Raka tesenyum penuh kekaguman dan sesekali melirik ke arah Tita.
Tita hanya pasrah menahan rasa malu dan tidak sanggup menghentikan aksi ”promosi” sahabatnya itu. Tak jarang mata Raka dan Tita bertemu pandang, namun secepat mungkin Tita mengalihkan pandangan ke tempat lain.
”Tapi ka lo harus tau, sirkuit otaknya si Tita nih pendek, jadi ga bisa diajak ngobrol yang berat-berat..langsung tulalit doi..hahaha...” ujar Sari meledek Tita.
 Raka tertawa mendengar istilah ”sirkuit otak pendek” Tita.
”Oh jadi Tita bisanya diajak ngobrol ringan aja ya?” tanya Raka sambil melirik Tita.
”Iya cuy,,,yang enteng-enteng aja ka, klo diajak ngobrol berat langsung demam dia...hahahaha”
Tita hanya tertunduk malu mendengar Sari menceritakan ”kapasitas otaknya” yang memang sangat minimalis.
Menjelang sore Raka pun pamit pulang. Tita dan Sari mengantar Raka sampai ke pemberhenantian bus.
”Oke aku pulang dulu ya, makasih ya” ujar Raka pada Sari dan Tita.
Sebelum beranjak pergi, pandangan Raka dan Tita bertemu. Pandangan Raka kali ini begitu berbeda, seolah mengisyaratkan sesuatu yang tidak bisa dideskripsikan namun dapat Tita rasakan. Saat itu jantung Tita mendadak berdetak begitu kencang.
”Woy,,kok benggong bu?” tanya Sari
”Hehehe...gak apa-apa inang”
”So menurut lo Raka gimana? Suka ga?”
”Hmm...so far menyenangkan”
”Suka ga??”
”Hmm....yang pasti menyenangkan”
”yeehh...ditanya suka apa enggak kok jawabnya menyenangkan doank?! cape deh”
”Hehehe...udah ah ayo kita kerumahmu”
Setiba di rumah Sari, Tita bertemu dengan Rio adik Sari yang sedang sakit. Tita begitu terkejut melihat kondisi Rio. Sari hanya bisa tersenyum mencoba menghibur hati Rio. Tita pun tak mampu berkata apapun. Tita hanya berbincang sebentar dengan Rio karena tak lama Rio pun pamit kembali ke kamar.
Tidak berapa lama setelah Rio kembali ke kamar, BB Tita berdering sms dari Raka,
”Tita makasih ya buat ngobrolnya, nice meeting
”Iya sama-sama, kamu udah sampai?”
”Belum, oiya kamu masih dirumah Sari?”
”yups..”
”Pulang jam berapa?”
”Belum tau, paling sebentar lagi”
”Oke hati-hati ya”
”Iya makasih”.
Sekitar pukul 8 malam Tita pun pamit pulang. Dalam perjalanan pulang Raka kembali mengirimkan sms pada Tita,
”Tita sudah pulang?”
”Sudah, tapi masih dijalan”
”Sudah sampai mana ta?”
”Masih daerah mampang ka”
”Ohh..ta aku boleh nanya sesuatu ga?”
”Boleh, mau nanya apa?”
”Menurut kamu aku orangnya gimana?”
”Mana aku tahu, kan baru sekali ketemu.”
”iya kesan kamu hari ini lah.”
”Hmmm...so far kamu menyenangkan, kenapa toh?”
”Gak apa-apa, ta boleh nanya lagi ga? Tapi agak pribadi?”
”Apa??”
”Hmm...kamu udah punya pacar belum? Atau mungkin sedang ada yang pendekatan? Sori ya klo aku to the point, aku cuma gak mau ganggu aja kalau kamu sudah ada yang punya”
Tita terkejut membaca sms Raka yang baru diterimanya. Tita mulai berfikir dan bertanya apa maksud sms Raka itu. Tak lama Raka kembali mengirimkan sms,
”Hey kok diem aja? Maaf ya kalau pertanyaanku terlalu pribadi..kalau ga mau jawab gak apa-apa kok”
”Hmm...gak apa-apa kok ka. Kalau pacar aku belum punya, tapi cowo yang pendekatan wah aku gak tau juga. Kalau aku bilang ada nanti kesannya aku kegeeran, so aku ga tau”
”oh begitu,,,oke deh, makasih ya buat jawabannya.”
”sama-sama.”
Sesampainya dirumah, mama sudah menuggu dengan resah.
”kok pulangnya malam ta? Ini kado paskah buat anak sekolah minggu besok belum mama bungkusin semua loh”
”Iya ma maaf tadi aku kerumah Sari dulu. Ya udah gak apa-apa ma nanti aku bungkusin semua deh”.
Tita pun mulai membungkus kado-kado sekolah minggu yang akan dibagikan besok pada acara Paskah. Tak lama Raka kembali mengirimkan sms,
“Sudah sampai ta?”
“Sudah”
“Lagi ngapain?sudah tidur ya”
“Belum, aku masih bungkusin kado buat paskah besok”
“Memang kadonya banyak?”
“Banget”
“Andaikan aku bisa bantu, pasti aku bantu hehehe...”
“Hehehe...makasih ya, kamu lagi apa?”
“Aku lagi nonton, maklum dirumah saudara gak enak kalau langsung tidur”
“Oh begitu”
“Iya, ya udah kamu bungkusin lagi kadonya ya”
Tita kembali membungkus kado-kado yang jumlahnya sangat banyak. Menjelang tegah malam Raka kembali mengirimkan sms,
”Ta udah selesai?”
’Belum”
”Masih banyak?”
”Sedikit lagi”
”besok berangkat jam berapa?”
”jam 8 berangkat dari gereja”
”aku boleh ikut ga?”
”Hmmm...kan kemarin udah aku bilang kasian kamu nanti cuma benggong sendirian. Aku kan pasti repot dan ga bisa nemenin kamu”
”Ya udah deh gak apa-apa”
“Maaf ya ka, lain kali aku ajak deh”
”Oke deh makasih ya. Oiya sudah malem, aku udah ngantuk, aku tidur dulu ya”
”Oke, met istirahat, Jbu”
”Kamu juga ya jangan tidur kemaleman. Gbu2”
Setelah menyelesaikan semua kado-kadonya, Tita merebahkan tubuhnya ditempat tidur. Tita memandang langit-langit kamarnya. Kembali Tita memikirkan Raka. Meskipun singkat Tita begitu menikmati pertemuan dengan Raka. Tetapi dalam hati yang terdalam masih tersimpan rasa takut pada diri Tita. Luka dimasa lalu masih begitu terasa dihati Tita. Tidak mudah bagi Tita menata kembali hatinya yang pernah hancur. Butuh waktu bertahun-tahun bagi Tita untuk dapat kembali bangkit dari keterpurukannya. Namun saat ini Tita tidak mampu mengingkari sosok Raka yang begitu ramah mampu mengusik hati dan pikirannya.



                                        the place when we met for the first time

Part I- dalam semestaku - Makcomlang Beraksi

Dia tita, bertubuh mungil dengan tinggi 150 cm dan berat 45 kg, penuh semangat, berantakan, penyuka anak-anak, cerewet namun penuh perhatian.

Dia raka adalah seorang pria bertubuh besar dengan tinggi 180cm dan berat 80kg pekerja keras, cuek, dan jauh dari kata romantis.


MAKCOMBLANG BERAKSI


26 Maret 2010

“Titaaaa……km ga kerja?” teriak mama dari bawah sana. Tita terperanjak dari tempat tidurnya sambil melihat jam dinding dikamarnya, “what!! sudah jam 5, oh my God, ajimat telat lagi deh. arggghhhh!!”
Sebelum beranjak dari tempat tidurnya Tita menyempatkan dirinya berdoa, “huwaaa…doa kilat saja ya Tuhan” gumannya dalam hati. Dengan gerakan super gesit, Tita beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi. Selesai bersiap-siap Tita melihat jam ternyata sudah jam 5.40. Sambil bergegas Tita pamit ke mama. Mama yang sudah sejak subuh menyiapkan sarapan pagi untuk Tita hanya bisa berkacak pinggang ”sudah dibikinin sarapan kok ga dimakan sih! Kamu itu makanya jangan kebiasaan telat!” omel mama.
”Aduh mama sori alarm BB ku off, jd ga bunyi, daaaggg..mama” ujar Tita sambil berlari menuju papa yg sudah siap mengantarnya menuju halte transjakarta.
Sesampainya di halte transjakarta, Tita melihat antrian yg sangat panjang..”arggghhhh.....selamat deh gue bakal jd ”artis of the month” lagi bulan ini” guman Tita pasrah. Sepanjang perjalanan Tita terus berdoa berharap hari ini jalanan bisa bersahabat dengannya. Namun sepertinya kali ini doa Tita hanya sampai atap bus transjakarta dan mantul kembali ke wajahnya karena seluruh ruas jalan begitu padat merayap.
Sesampainya di gerbang kantor Tita berlari-lari menuju mesin absensi ”huwaaaa....kelewatan 8 menit, damnnnn!!!Ya sudahlan bulan ini sudah telat 3 kali dan sudah dipastikan awal bulan depan nama ku bakal dipanjang dengan no urut pertama pegawai yg langganan telat!!” keluh Tita penuh amarah.
Sesampainya di ruang kerja setumpuk pekerjaan sudah tersenyum menanti kehadirannya. ”ahh...kerjaan ku kenapa beranak terus sihh!! Gak kenal KB apa yaaa!!” dumel Tita sambil membaca list pekerjaan yang harus diselesaikannya hari ini.
Sebagai seorang legislative drafter Tita mulai tenggelam dalam rutinitasnya membuat dan meriviu peraturan, tak berapa lama BB Tita berbunyi membuyarkan konsenterasinya. Nama ”Sari” pun terpajang di layar hape nya.
”Hallo Sar, ada apa bu pagi-pagi udah nelp?”
”Hey Tita,,hehehe,,,sibuk ya??”
”Abess..lu ganggu aja seh, buruan ada perlu apa?” tanya Tita galak.
            ”Buset dah pagi-pagi dilarang marah non, ntar keriput loh hahaha...”
”Aduh Sar becandanya nanti lagi ya, serius gue sibuk bgt hari ini!! Atau nanti siang gue hubungi lo lagi yah, byee...”
”Ehhhh...bu jangan ditutup dulu donk, bentaaarrrr,,,give me 5 minutes to talk.” pinta Sari. ”Ya buruan!!” perintah Tita.  
”Yo wess to the point yah, gue mau ngenalin lo sm temen gue cowo namanya Raka, orangnya baik dan kerjanya juga bagus, mau gak lu??”
            ”Adohhh....nanti lah kita bahas masalah begituan yah!” ujar Tita mengelak.
            ”Yah say kenalan aja dulu via facebook, nanti lo add doi yah”.
”Iyaaaaa,tapi ga janji!!!”
”Pokoknya lo harus kenalan, yah klo ga jadi pacar bisa jadi temen lah, oke beibi...biar ga jadi jomblo sejati lo,inget umur bu,,hahaha,,,” ledeknya sambil tertawa puas.
”Bodo ahh,,,daaaagg” ujar Tita sambil menutup telepon.
Tita pun kembali bekerja, belum ada 10 menit Sari kembali meneleponnya.
”Aduh ini orang ngapain lagi sih!!” keluh Tita tanpa mengangkat telepon sahabatnya itu. Tapi ternyata Sari bukan wanita yang pantang menyerah, dia terus berusaha menelepon Tita hingga Tita pun terusik mendengar hapenya yang terus meraung-raung
”Busetttt,,,,rusuh bener si lo bu ganggu orang kerja mulu!!” ujar Tita geram. ”Hahahaha,,,,santai namboru kya dipantai...wkwkwkw...gimana udah lo add blm si doi” godanya dengan nada yg cukup membuat Tita naik darah. ”Belommmmm!!!” jawab Tita ketus.
”uhhh...sayang sekali, sekarang ambil BB eksis lu dan itu buka tuh facebook, cari nama RAKA, trus liatin tampangnya, gue jamin ga bakal nyampe 5 menit, abis itu kasih pendapat ke gue yah!!”
”Ya ampun ini orang ganggu banget sih!!iyaaa,,,ntar gue liat!! ujar Tita seraya menutup telepon.
Tita kembali berkonsentrasi dengan pekerjaannya dan mensilent BB nya agar tidak mengganggu. Tidak berapa lama BB Tita kembali bergetar. Namun kali ini bukan telepon dari Sari tapi icon facebook yang menyala. Tita pun membuka facebook nya. Ada sebuah nama ”Raka Siahaan” yang mengadd Tita sebagai temannya.
”Hmmm...inikah orang yang dikatakan Sari tadi? batak toh?” gumam Tita dalam hati. Dengan perasaan sedikit penasaran Tita pun membuka facebook dari personal computer kantor agar wajah orang asing itu bias terlihat jelas. Beberapa foto berhasil Tita buka. Dengan seksama Tita mengamati wajah dan membaca profil orang itu. ”hmmm...terlalu serius sepertinya orang ini, huwaaa,,,males ahh...” ujar Tita seraya menutup account facebook dan kembali bekerja.
Tepat pukul 12 siang Tita bergegas ke kekantin untuk makan siang bersama teman-temannya. Saat sedang menikmati makan siang, tiba-tiba BB Tita bergetar dan icon facebook pun kembali menyala. Ada sebuah pesan dengan subjek ”salam kenal” di inbox yang masuk, pesan itu dari Raka, dan Tita pun membukanya. Pesan yang singkat hanya bertuliskan ”salam kenal ito”. Tita pun tak berminat membalasnya, pesan itu diabaikan begitu saja.
Waktu mulai sore, sekitar pukul 16.30 tiba-tiba bos Tita Bpk. Danu menghampiri meja Tita. Pria yang terkenal pekerja keras itu datang dengan tergesa-gesa.
”Tita segera siapkan semua dokumen terkait RUU kita dan dampingi saya rapat ke kemkumham sekarang”.
”HAH? Rapat sore ini pak?” tanya Tita terkejut.
”Iya, Kenapa?” tanya Pak Danu.
”Oh baik Pak, segera saya siapkan dokumennya” jawab Tita pasrah.
Sebenarnya hari itu Tita merasa sangat lelah sekali dan ingin segera pulang, namun Tita tak berdaya menolak perintah bosnya itu. Dengan sangat terpaksa Tita pun mendampingi Pak Danu. Sekitar pukul 17.20 rapat pun dimulai, tapi konsentrasi Tita  sudah mulai buyar. Untuk menghilangkan kantuk Tita pun mulai memainkan BB nya dan membuka account facebook. Tiba-tiba Tita teringat dengan pesan yang dikirimkan Raka tadi siang, Tita pun kembali membuka pesan itu, dan akhirnya Tita membalas pesan itu. Dengan singkat Tita hanya menulis ”iya sama2” dan mengirimkan pesan itu kepada Raka.
Menjelang malam, konsentrasi Tita sudah benar-benar buyar. Menjelang selesai rapat tiba-tiba sebuah sms dengan nomor tidak dikenal masuk ke BB Tita. Sms itu berbunyi ”Horas! Salam kenal ya, sudah pulang belum? – Raka siahaan – ” .
”Hmmm...si Raka kok tau nomer hapeku? Pasti Sari nih yg kasih tau” guman Tita sambil membereskan dokumen dan mematikan laptop. Tita pun mengabaikan sms itu. Tak berapa lama sms dari Raka kembali masuk ”Halooo...ada orang disana?”.
Tita hanya tertawa kecil membaca sms kedua dari Raka, akhirnya Tita membalas ”Iya salam kenal juga, ini temannya Sari ya? Sori baru bls, saya baru selesai rapat”. 
Dari seberang Raka pun menjawab ”Wah hebat yah jam segini baru kelar rapat, sebenernya aku bukan temennya Sari sih, ketemu juga belum pernah, cuma tau saja”.  ”Nah lo, buset Sari bohongin gue, dia bilang Raka temennya ternyata ketemu aja belum pernah! Ini mah sama aja menjerumuskan teman!!” dumel Tita dalam hati.
”Oh begitu” jawab Tita datar. Raka pun mulai bertanya banyak hal tentang Tita, seolah Raka begitu berminat mengenal Tita lebih dalam. Tita hanya menjawab seperlunya saja, tetapi perbicangan mereka cukup panjang dan berlanjut hingga malam.

Selasa, 12 Juli 2011

dia mencintaimu pagi, siang, dan malam

aku blm pernah mengenalmu,
aku blm pernah melihat ragamu..
namun tiap kata yang kudengar tentang mu, membuat imajinasiku melayang..
membayangkan sosok tangguh dibalik sikap diam seorang hawa..

kamu adlh pagi baginya, yg pertama mengajarnya merangkak, melangkah, dan berlari..

kamu adlh siang baginya, yg pertama mengajarnya ttg harapan dan perjuangan..

kamu adlh malam baginya, yg pertama memeluknya hingga dia terlelap..

dia mencintaimu pagi,siang, dan malam..

Jakarta, 12 Juli 2010

Senin, 11 Juli 2011

kini aku tau

kini aku tau mengapa aku mencintai hujan,
karena aku bisa sembunyikan suara tangisku disana

Kamis, 30 Juni 2011

belajar ngeblog

baru hari ini belajar ngeblog hahaha...makasih ya dini, bowo dan inten :p