Dia tita, bertubuh mungil dengan tinggi 150 cm dan berat 45 kg, penuh semangat, berantakan, penyuka anak-anak, cerewet namun penuh perhatian.
Dia raka adalah seorang pria bertubuh besar dengan tinggi 180cm dan berat 80kg pekerja keras, cuek, dan jauh dari kata romantis.
MAKCOMBLANG BERAKSI
26 Maret 2010
“Titaaaa……km ga kerja?” teriak mama dari bawah sana. Tita terperanjak dari tempat tidurnya sambil melihat jam dinding dikamarnya, “what!! sudah jam 5, oh my God, ajimat telat lagi deh. arggghhhh!!”
Sebelum beranjak dari tempat tidurnya Tita menyempatkan dirinya berdoa, “huwaaa…doa kilat saja ya Tuhan” gumannya dalam hati. Dengan gerakan super gesit, Tita beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi. Selesai bersiap-siap Tita melihat jam ternyata sudah jam 5.40. Sambil bergegas Tita pamit ke mama. Mama yang sudah sejak subuh menyiapkan sarapan pagi untuk Tita hanya bisa berkacak pinggang ”sudah dibikinin sarapan kok ga dimakan sih! Kamu itu makanya jangan kebiasaan telat!” omel mama.
”Aduh mama sori alarm BB ku off, jd ga bunyi, daaaggg..mama” ujar Tita sambil berlari menuju papa yg sudah siap mengantarnya menuju halte transjakarta.
Sesampainya di halte transjakarta, Tita melihat antrian yg sangat panjang..”arggghhhh.....selamat deh gue bakal jd ”artis of the month” lagi bulan ini” guman Tita pasrah. Sepanjang perjalanan Tita terus berdoa berharap hari ini jalanan bisa bersahabat dengannya. Namun sepertinya kali ini doa Tita hanya sampai atap bus transjakarta dan mantul kembali ke wajahnya karena seluruh ruas jalan begitu padat merayap.
Sesampainya di gerbang kantor Tita berlari-lari menuju mesin absensi ”huwaaaa....kelewatan 8 menit, damnnnn!!!Ya sudahlan bulan ini sudah telat 3 kali dan sudah dipastikan awal bulan depan nama ku bakal dipanjang dengan no urut pertama pegawai yg langganan telat!!” keluh Tita penuh amarah.
Sesampainya di ruang kerja setumpuk pekerjaan sudah tersenyum menanti kehadirannya. ”ahh...kerjaan ku kenapa beranak terus sihh!! Gak kenal KB apa yaaa!!” dumel Tita sambil membaca list pekerjaan yang harus diselesaikannya hari ini.
Sebagai seorang legislative drafter Tita mulai tenggelam dalam rutinitasnya membuat dan meriviu peraturan, tak berapa lama BB Tita berbunyi membuyarkan konsenterasinya. Nama ”Sari” pun terpajang di layar hape nya.
”Hallo Sar, ada apa bu pagi-pagi udah nelp?”
”Hey Tita,,hehehe,,,sibuk ya??”
”Abess..lu ganggu aja seh, buruan ada perlu apa?” tanya Tita galak.
”Buset dah pagi-pagi dilarang marah non, ntar keriput loh hahaha...”
”Aduh Sar becandanya nanti lagi ya, serius gue sibuk bgt hari ini!! Atau nanti siang gue hubungi lo lagi yah, byee...”
”Ehhhh...bu jangan ditutup dulu donk, bentaaarrrr,,,give me 5 minutes to talk.” pinta Sari. ”Ya buruan!!” perintah Tita.
”Yo wess to the point yah, gue mau ngenalin lo sm temen gue cowo namanya Raka, orangnya baik dan kerjanya juga bagus, mau gak lu??”
”Adohhh....nanti lah kita bahas masalah begituan yah!” ujar Tita mengelak.
”Yah say kenalan aja dulu via facebook, nanti lo add doi yah”.
”Iyaaaaa,tapi ga janji!!!”
”Pokoknya lo harus kenalan, yah klo ga jadi pacar bisa jadi temen lah, oke beibi...biar ga jadi jomblo sejati lo,inget umur bu,,hahaha,,,” ledeknya sambil tertawa puas.
”Bodo ahh,,,daaaagg” ujar Tita sambil menutup telepon.
Tita pun kembali bekerja, belum ada 10 menit Sari kembali meneleponnya.
”Aduh ini orang ngapain lagi sih!!” keluh Tita tanpa mengangkat telepon sahabatnya itu. Tapi ternyata Sari bukan wanita yang pantang menyerah, dia terus berusaha menelepon Tita hingga Tita pun terusik mendengar hapenya yang terus meraung-raung
”Busetttt,,,,rusuh bener si lo bu ganggu orang kerja mulu!!” ujar Tita geram. ”Hahahaha,,,,santai namboru kya dipantai...wkwkwkw...gimana udah lo add blm si doi” godanya dengan nada yg cukup membuat Tita naik darah. ”Belommmmm!!!” jawab Tita ketus.
”uhhh...sayang sekali, sekarang ambil BB eksis lu dan itu buka tuh facebook, cari nama RAKA, trus liatin tampangnya, gue jamin ga bakal nyampe 5 menit, abis itu kasih pendapat ke gue yah!!”
”Ya ampun ini orang ganggu banget sih!!iyaaa,,,ntar gue liat!! ujar Tita seraya menutup telepon.
Tita kembali berkonsentrasi dengan pekerjaannya dan mensilent BB nya agar tidak mengganggu. Tidak berapa lama BB Tita kembali bergetar. Namun kali ini bukan telepon dari Sari tapi icon facebook yang menyala. Tita pun membuka facebook nya. Ada sebuah nama ”Raka Siahaan” yang mengadd Tita sebagai temannya.
”Hmmm...inikah orang yang dikatakan Sari tadi? batak toh?” gumam Tita dalam hati. Dengan perasaan sedikit penasaran Tita pun membuka facebook dari personal computer kantor agar wajah orang asing itu bias terlihat jelas. Beberapa foto berhasil Tita buka. Dengan seksama Tita mengamati wajah dan membaca profil orang itu. ”hmmm...terlalu serius sepertinya orang ini, huwaaa,,,males ahh...” ujar Tita seraya menutup account facebook dan kembali bekerja.
Tepat pukul 12 siang Tita bergegas ke kekantin untuk makan siang bersama teman-temannya. Saat sedang menikmati makan siang, tiba-tiba BB Tita bergetar dan icon facebook pun kembali menyala. Ada sebuah pesan dengan subjek ”salam kenal” di inbox yang masuk, pesan itu dari Raka, dan Tita pun membukanya. Pesan yang singkat hanya bertuliskan ”salam kenal ito”. Tita pun tak berminat membalasnya, pesan itu diabaikan begitu saja.
Waktu mulai sore, sekitar pukul 16.30 tiba-tiba bos Tita Bpk. Danu menghampiri meja Tita. Pria yang terkenal pekerja keras itu datang dengan tergesa-gesa.
”Tita segera siapkan semua dokumen terkait RUU kita dan dampingi saya rapat ke kemkumham sekarang”.
”HAH? Rapat sore ini pak?” tanya Tita terkejut.
”Iya, Kenapa?” tanya Pak Danu.
”Oh baik Pak, segera saya siapkan dokumennya” jawab Tita pasrah.
Sebenarnya hari itu Tita merasa sangat lelah sekali dan ingin segera pulang, namun Tita tak berdaya menolak perintah bosnya itu. Dengan sangat terpaksa Tita pun mendampingi Pak Danu. Sekitar pukul 17.20 rapat pun dimulai, tapi konsentrasi Tita sudah mulai buyar. Untuk menghilangkan kantuk Tita pun mulai memainkan BB nya dan membuka account facebook. Tiba-tiba Tita teringat dengan pesan yang dikirimkan Raka tadi siang, Tita pun kembali membuka pesan itu, dan akhirnya Tita membalas pesan itu. Dengan singkat Tita hanya menulis ”iya sama2” dan mengirimkan pesan itu kepada Raka.
Menjelang malam, konsentrasi Tita sudah benar-benar buyar. Menjelang selesai rapat tiba-tiba sebuah sms dengan nomor tidak dikenal masuk ke BB Tita. Sms itu berbunyi ”Horas! Salam kenal ya, sudah pulang belum? – Raka siahaan – ” .
”Hmmm...si Raka kok tau nomer hapeku? Pasti Sari nih yg kasih tau” guman Tita sambil membereskan dokumen dan mematikan laptop. Tita pun mengabaikan sms itu. Tak berapa lama sms dari Raka kembali masuk ”Halooo...ada orang disana?”.
Tita hanya tertawa kecil membaca sms kedua dari Raka, akhirnya Tita membalas ”Iya salam kenal juga, ini temannya Sari ya? Sori baru bls, saya baru selesai rapat”.
Dari seberang Raka pun menjawab ”Wah hebat yah jam segini baru kelar rapat, sebenernya aku bukan temennya Sari sih, ketemu juga belum pernah, cuma tau saja”. ”Nah lo, buset Sari bohongin gue, dia bilang Raka temennya ternyata ketemu aja belum pernah! Ini mah sama aja menjerumuskan teman!!” dumel Tita dalam hati.
”Oh begitu” jawab Tita datar. Raka pun mulai bertanya banyak hal tentang Tita, seolah Raka begitu berminat mengenal Tita lebih dalam. Tita hanya menjawab seperlunya saja, tetapi perbicangan mereka cukup panjang dan berlanjut hingga malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar